|

Mohamad Sholeh Nurjaman, SE., MIDEc
Mohamad Sholeh Nurjaman, SE., MIDEc. adalah dosen
termuda di Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Program Studi Timur
Tengah dan Islam (PSTTI). Beliau lahir di Tangerang pada tanggal 26 Desember
1980.
Deden adalah nama panggilan akrab Mohamad Sholeh
Nurjaman, SE., MIDEc. Beliau mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Ekonomi,
Universitas Indonesia, (FE, UI) pada tahun 2005. Pada tahun 2008, beliau
berhasil menyelesaikan program S2 di Australian National University dengan
bidang studi Development Economics.
Semenjak beliau masih menjadi mahasiswa FE, UI, Deden
telah aktif membuat karya-karya tulis yang berhubungan dengan syariah. Lulus
dari FE, UI, beliau mengikuti dan mendapatkan juara II Lomba Karya Tulis
Ekonomi Syariah, BNI Syariah 2006. Saat itu, beliau adalah pemenang lomba
termuda dan tergolong fresh graduate. Saat ini beliau sedang membuat
beberapa karya tulis yang sebagian besar berkaitan dengan ekonomi syariah.
Karya ilmiah yang beliau tulis dalam tiga tahun
terakhir antara lain Indonesia Zakat dan Development Report 2010 dan
Sinergy Zakat dan Program Pengentasan Kemiskinan Pemerintah.
Saat ini, Deden aktif mengajar di Program Pascasarjana
Universitas Indonesia, Program Studi Timur Tengah dan Islam (PSTTI). Beliau
juga aktif mengajar di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (FE UI). Mata
kuliah yang beliau ajar di PSTTI UI antara lain Ekonomi Keuangan Publik
Islam, Aplikasi Statistik Bisnis, dan Ekonomi Moneter. Sedangkan mata kuliah
yang beliau ajar di FE UI antara lain Pengantar Makro Ekonomi, Ekonomi
Syariah, dan Matematika Ekonomi.
Berikut ini adalah mata kuliah yang beliau ajar di
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Program Studi Timur Tengah dan
Islam:
€
Ekonomi Keuangan Publik Islam
Mata kuliah ini diberikan di semester ganjil dan
semester genap. Mata kuliah ini menyoroti kebijakan pemerintah dibidang
ekonomi dan mengkaji pendekatan ekonomi Islam terhadap kebijakan pemerintah
dibidang ekonomi tersebut. Lima puluh persen dari mata kuliah ini berisi
pengkajian pendekatan Islam dibidang ekonomi.
Adapun tujuan dari mata kuliah ini adalah untuk
memberikan pemahaman dasar tentang epistimologi, prinsip-prinsip, institusi,
kebijakan, dan instrumen keuangan publik dalam Islam. Selain itu, mata
kuliah ini bertujuan untuk membangun kemampuan yang diperlukan oleh
mahasiswa sehingga dapat melakukan apresiasi terhadap alternative sistem
keuangan publik lain di luar sistem konvensional yang sudah ada.
Dalam mata kuliah ini dibahas pengantar dan isu-isu
terkini tentang teori dan praktek Keuangan Publik Islam. Topik bahasan dalam
perkuliahan antara lain Ekonomi Islam sebagai Sistem Ekonomi, Memahami
tentang Arti Sektor Publik dan Perlunya Pembiayaan Sektor Publik oleh
Pemerintah, Peran dan Fungsi Negara dalam Islam, Kebijakan dan Instrumen
Ekonomi Islam dalam Menghasilkan Sumber-Sumber Keuangan Negara, Kebijakan
dan Instrumen Ekonomi Islam dalam Menghasilkan Sumber-Sumber Keuangan
Negara, Kebijakan dan Instrumen Ekonomi Islam terhadap Pengeluaran Keuangan
Negara, Kebijakan Fiskal dan Anggaran Belanja dalam Islam, Kebijakan Hutang
terhadap pembiayaan Pembangunan dalam Ekonomi Islam, Institusi Keuangan
Publik dalam Ekonomi Islam, Isu Kontemporer dan Keuangan Publik Islam.
Contoh isi dari mata kuliah ini adalah pendekatan
Islam terhadap kebijakan pemerintah dibidang fiskal, pembahasan tentang
zakat dan bagaimana zakat diformulasikan ke dalam kebijakan pemerintah atau
dijadikan instrument kebijakan pemerintah, apa dampak kebijakan zakat,
bagaimana pemerintah mengatur dan menarik zakat. Mata kuliah ini juga
mengangkat dan membahas isu-isu terkini mengenai perkembangan zakat di
Indonesia serta pro kontra undang-undang/kebijakan zakat.
€
Aplikasi Statistik Bisnis
Mata kuliah ini diberikan di semester ganjil. Mata
kuliah ini mempelajari teknik atau alat yang dapat digunakan untuk
menganalisis kasus dalam hal ini kasus syariah. Dengan mengikuti mata kuliah
ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan statistik sebagai teknik
atau alat untuk menganalisis kasus syariah.
Tujuan dari mata kuliah ini adalah
agar mahasiswa memahami dan memiliki pengetahuan tentang alat analisis
ekonomi dan dapat mempergunakan alat analisis ekonomi tersebut dengan baik.
Secara garis besar, mata kuliah ini
membahas inferential testing hypothesis, Anova, metode regresi, metode
peramalan dan statistik non parametrik. Dalam mata kuliah ini mahasiswa
diberikan teori, konsep, analisis dan keahlian dalam mempergunakan
metode-metode keuangan dan analisis dengan software SPSS. Selain itu, dalam
mata kuliah ini dibahas metode dan teknik kuantitatif yang banyak digunakan
dalam pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis.
Topik bahasan dalam perkuliahan antara lain
Pendahuluan dan Statistik Deskriptif, Metode Sampling dan Central Limit
Theorem, Distribusi Probabilitas, Distribusi Probabilitas
Diskrit dan Kontinyu, Pengujian Hipotesis satu
sample dan dua simple, Analysis of Variante,
Analisis Regresi dan korelasi, Chi-Square
Distribution, dan Non-parametric Statistics.
Mata kuliah Aplikasi Statistik Bisnis
merupakan mata kuliah prasyarat bagi mahasiswa dalam memahami analisis
kuantitatif dalam beberapa topik keuangan dan investasi. Dalam kuliah ini,
kehadiran merupakan hal yang sangat penting. Mahasiswa diharuskan hadir
dalam perkuliahan dengan minimal kehadiran 80%. Jika kehadiran mahasiswa
kurang dari 80%, mahasiswa secara otomatis akan mendapatkan nilai E.
€
Ekonomi Moneter
Mata kuliah dibuka di semester pendek. Mata kuliah ini
menyoroti pandangan Islam terhadap kebijakan moneter.
Contoh dari mata kuliah ini adalah pembahasan
pandangan Islam terhadap mata uang kertas. Dalam sejarah dan konteks Islam,
uang Islam bukanlah uang kertas melainkan dinar atau koin emas dan nilainya
tidak mengalami fluktuasi atau selalu stabil. Pembahasan mata uang kertas
ini mengangkat pemikiran tentang apakah dinar atau koin emas masih berlaku
saat ini, bagaimana mata uang kertas dikembalikan fungsinya sebagai alat
transaksi jual beli.
Deden menjelaskan uang dari sudut pandang Islam. Uang
adalah alat transaksi untuk aktivitas sektor riil atau ekonomi. Menurut
beliau pada saat ini uang bukan lagi menjadi alat transaksi melainkan
sebagai komoditi yang nilainya berubah-ubah. Permasalahan uang pada saat ini
adalah uang dijualbelikan sebagai komoditas dan munculnya kegiatan spekulasi
terhadap uang. Selain itu, terdapat pula perbedaan nilai nominal yang
tertera pada uang dengan nilai instrinsik uang uang tersebut. Nilai nominal
atau nilai yang tertera pada uang tidak menunjukkan atau merepresentasikan
nilai instrinsiknya atau besar biaya yang digunakan untuk mencetak uang.
Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidakadilan dalam konsep mata uang
kertas pada saat ini. Dengan demikian, uang kertas pada saat ini tidak
menunjukkan sebagai alat transaksi dan menimbulkan ketidakadilan.
Sesuai dengan konsep Islam bahwa uang tidak mengalami
fluktuasi atau stabil dan uang sebagai alat transaksi, beliau memberikan
beberapa strategi, seperti mengusahakan mata uang kertas tetap stabil.
Selanjutnya, untuk mengembalikan fungsi uang seperti dahulu/semula,
diharapkan adanya stabilitas regional seperti memiliki mata uang bersama.
Selain membahas tentang mata uang kertas dipandang
dari sudut Islam, contoh lain yang juga dikaji dalam mata kuliah ini adalah
pembahasan tentang bunga bank, bagaimana kebijakan moneter tanpa bunga,
bagaimana kebijakan ekspektasi konkrit bisa menggantikan kebijakan suku
bunga bank.
Kegiatan beliau mengajar mata kuliah yang berhubungan
dengan syariah berkaitan erat dengan keaktifan beliau mempelajari syariah
sejak menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Minatnya di
bidang syariah membuat beliau belajar secara otodidak tentang syariah.
Bersama mahasiswa lainnya, beliau membuat Kajian Ekonomi Syariah, yaitu
organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang kajian agama Islam. Salah satu
kegiatan organisasi yang beliau lakukan dalam organisasi ini adalah
menyelenggarakan seminar dan kajian syariah.
Setelah mendapat gelar sarjana, beliau terlibat
dikegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan syariah. Beliau mengakui bahwa
kegiatan tersebut membuat dirinya semakin intensif mempelajari syariah.
Salah satu kegiatan beliau setelah lulus sarjana adalah menjadi asisten dari
ketua PSTTI UI.
Pengkajian tentang syariah semakin mendalam terutama
ketika beliau menjadi ketua Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FORSE).
Organisasi ini merupakan gabungan dari organisasi-organisasi di setiap
kampus, terutama kampus yang memiliki Fakultas Ekonomi. Kedudukan beliau
sebagai ketua di FORSE memberikan pengalaman yang berkesan. Selama 2 tahun
aktif di FORSE, beliau memperjuangkan syariah sebagai pendekatan ekonomi
Islam. Beliau mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini pun masih
memperjuangkan syariah, terutama dari segi kualitas, yaitu mencetak sumber
daya manusia dan mengembangkan ilmu atau akademis. Beliau berharap, terutama
kepada mahasiswa PSTTI UI, mahasiswa dapat menjadi sumber daya manusia yang
dapat mengaplikasikan ilmu syariah secara serius.
Berkaitan dengan syariah, Deden memberikan pendapat
mengenai zakat. Beliau mengatakan bahwa Islam mengenal konsep zakat dan
zakat mempunyai peran yang jauh lebih efektif daripada sekedar kebijakan
fiskal. Berdasarkan hasil penelitiannya, Deden mengatakan bahwa lembaga
zakat adalah lembaga yang efektif dalam mengelola zakat sehingga dapat
berputar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan untuk menciptakan
produktifitas masyarakat.
Melihat pentingnya peran zakat, diharapkan, zakat
tidak hanya ditarik oleh lembaga tetapi juga ditarik dan dialokasikan oleh
pemerintah. Negara diharapkan bisa mengelola dan membuat sistem secara
Islami. Pemerintah juga diharapkan bisa memantau dan mengontrol
lembaga-lembaga zakat yang ada.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Deden mengatakan
bahwa lembaga zakat adalah lembaga yang efektif dalam mengelola zakat
sehingga dapat berputar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan untuk
menciptakan produktifitas masyarakat. Saat ini beliau melihat pemerintah
sudah memberikan kontribusi terutama dalam hal kebijakan, yaitu mengakomodir
zakat dengan mengalokasikan zakat di dalam pajak penghasilan. Walaupun
demikian, beliau mengakui peran pemerintah masih kurang, seperti belum
adanya kemampuan pemerintah dalam mengorganisir lembaga-lembaga zakat dengan
baik.
Berbicara mengenai kegiatan perkuliahan, Deden
mengatakan bahwa beliau mengharapkan mahasiswa aktif dalam perkuliahan.
Untuk dapat mengikuti kuliah dengan baik diperlukan kehadiran dan latihan,
terutama dalam mata kuliah aplikasi statistik bisnis. Dan sebagai usaha
untuk mengakomodir perbedaan antara mahasiswa, beliau menyediakan waktunya
untuk mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Saat ini, kegiatan Deden difokuskan kepada pengabdian
diri di almamaternya, yaitu UI, seperti mengajar dan melakukan
penelitian-penelitian. Bagi Deden, kedinamisan terdapat dalam kehidupan
seorang dosen dan sesuai dengan kepribadian beliau yang dinamis. Dengan
menjadi dosen, beliau berharap bisa menghasilkan sumber daya manusia yang
mengaplikasikan ilmu syariah dalam kehidupan sehari-hari.
|