|

Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA
Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA adalah Guru Besar
Sejarah Politik Islam pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia dilahir di Kairo, Mesir, pada tanggal 22 Desember 1963.
Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA
menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Kairo pada tahun 1988.
Bidang studi yang beliau pelajari di tingkat sarjana ini adalah Sastra
Inggris dengan peminatan Terjemah Langsung Bahasa Arab-Inggris-Arab.
Kemudian beliau melanjutkan pendidikan S2 di IAIN Syarif Hidayatullah
Jakarta dengan bidang studi Ilmu Agama Islam. Tahun 1993 beliau
berhasil menyelesaikan pendidikan magister.
Sesuai dengan minat beliau dalam bidang sejarah dan
politik, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA mengambil program doktor di IAIN
Syarif Hidayatullah Jakarta dengan bidang studi Pengkajian/Sejarah Peradaban
Islam. Tahun 2002 beliau berhasil menyelesaikan pendidikan S3. Kemudian,
setelah bertahun-tahun berkarya dalam bidang politik Islam, berdasarkan SK
Presiden RI, beliau mendapatkan gelar Guru Besar Sejarah Politik Islam.
Tesis beliau berjudul Sultan An-Nashir Muhammad ibn
Qalawun dan Perannya dalam Sejarah Islam, sedangkan disertasi beliau
berjudul Sistem Politik Dinasti Mamluk (1250-1517).
Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang beliau
terima:
1.
Lulusan terbaik Licence (S1) Universitas Al-Azhar, Kairo, Sastra
Inggris, 1988
2.
Beasiswa Short Course on Woman Studies di McGill University,
Montreal, 1997
3.
Disertasi Terbaik Kedua Nasional di lingkungan
Departemen Agama RI, 2006
4.
Satyalencana Karyabhakti 10 Tahun, 2006
5.
Dosen Terbaik Wanita Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta,
2008
Short Course on Woman Studies adalah hasil
kerjasama antara UIN Jakarta dengan McGill University, Kanada.
Short Course ini berisi kajian
tentang wanita. Beliau adalah salah satu dari 6 dosen wanita IAIN dari
berbagai provinsi di Indonesia yang dikirim. Setelah selesai program
tersebut dan menyusun penelitian, beliau beserta tim tampil dalam seminar
internasional untuk mempresentasikan hasilnya. Dalam penelitian yang
berjudul Gender Gap in the Leadership Roles in the Educational dan
Political Fields dibahas ketimpangan gender antara peran pria dan wanita
di bidang politik termasuk peran wanita dalam politik di Indonesia.
Penghargaan dari Departemen Agama RI
diberikan atas keunggulan hasil penelitian dan penerbitan disertasi beliau
yang diberi judul Sistem Pemerintahan Oligarki dalam Sejarah Islam.
Buku ini mendapatkan penghargaan sebagai Disertasi Kedua Terbaik. Di dalam
disertasi ini, beliau mengangkat pembahasan mengenai Dinasti Mamluk yang
pernah berkuasa di Mesir selama hampis 3 abad. Dalam masa pemerintahannya,
Dinasti Mamluk tidak menjalankan sistem monarki melainkan menggunakan sistem
oligarki. Dari sejarah tentang Dinasti Mamluk dapat dilihat bahwa
pemerintahan Islam tidak hanya berbentuk monarki, tetapi juga berbentuk
oligarki. Disertasi ini didukung oleh banyak sumber yang beliau peroleh dari
banyak belahan dunia, seperti Mesir, Syria, Lebanon, Kanada, Perancis, dan
Belanda.
Penelitian terakhir yang beliau
lakukan berjudul Kesadaran Wanita Karir Mengeluarkan Zakat Mal di
Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2008 dan
dibiayai oleh Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil
penelitian beliau pada saat itu adalah sebanyak 70% dari responden wanita
karir di Provinsi DKI Jakarta mengetahui bahwa hukum membayar zakat adalah
wajib. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa hanya 48% dari
responden wanita karir di Provinsi DKI Jakarta menghitung dan mengeluarkan
hartanya untuk membayar zakat.
Beberapa karya ilmiah terpenting yang beliau miliki
antara lain Sejarah Peradaban Islam dan artikel "Multikulturalisme
dalam Islam". Penelitian tentang Sejarah Peradaban Islam adalah hasil
kerjasama antara UIN Jakarta dengan Indonesia Islamic Social Equity Program
(IISEP) Kanada. Penelitian ini dibuat pada tahun 2005
bersama dengan 2 dosen UIN Jakarta lainnya. Penelitian ini berwawasan
gender dan mengangkat peran wanita dalam sejarah Islam.
Saat ini, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis,
MA mengajar baik di Program Studi Timur Tengah dan Islam Universitas
Indonesia (PSTTI UI) maupun di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.
Di PSTTI UI beliau mengajar mata
kuliah Sejarah Kawasan Timur Tengah, yaitu mata kuliah yang tidak asing lagi
bagi beliau dan merupakan spesialisasi beliau.
Dalam mata kuliah Sejarah Kawasan
Timur Tengah mahasiswa diberikan pengantar sejarah Timur Tengah, seperti
kapan dimulainya peradaban di kawasan Timur Tengah, peradaban dan dinasti
yang ada sejak zaman kuno sampai zaman adanya Islam, letak kawasan Timur
Tengah secara geografis, demografis, dan lain-lain. Selanjutnya mahasiswa
diajak untuk mempelajari lebih mendalam tentang dinasti-dinasti Islam dan
negara-negara modern yang ada di kawasan Timur Tengah. Contoh
pembahasan yang dilakukan dalam perkuliahan antara lain ciri khas atau
karakteristik dari peradaban dan pemerintahan di negara-negara di kawasan
Timur Tengah, karakter negara-negara di kawasan Timur Tengah pada saat
mereka berkuasa. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa diharapkan mengerti
karakter, sistem politik, dan peradaban bangsa-bangsa yang berlatar belakang
Arab, Turki, Persia, dan Teluk Arab.
Tujuan dari mata kuliah ini adalah agar mahasiswa
memahami sejarah kawasan Timur Tengah dengan melihat berbagai karakter
bangsa-bangsa, sistem politik, dan karakteristik peradaban yang ada di
kawasan tersebut. Diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan sejarah dan
peradaban Islam di Timur Tengah dan menggambarkan perkembangan politik di
kawasan Timur Tengah sejak awal Islam hingga masa kini.
Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenal sistem politik di negara-negara di
kawasan Timur Tengah dan membandingkannya dengan sistem politik di
Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa topik
bahasan dalam mata kuliah Sejarah Kawasan Timur Tengah:
1.
Georafi dan peradaban kuno kawasan Timur Tengah
2.
Pekembangan peradaban Islam di Timur Tengah: kosmopolitanisme
peradaban Islam
3.
Kawasan Afrika Barat: Maroko, Aljazair, Mauritania, dan Senegal
4.
Kawasan Afrika Utara: Mesir, Libya, Tunisia, Sudan, dan Somalia
5.
Kawasan Syam: Libanon, Syria, Yordania, dan
Palestina Irak
6.
Zionisme dan Respon Negara-negara Islam Timur
Tengah
7.
Perkembangan Politik dan Pembaharuan Pemikiran Islam: Nasionalisme,
Spiritualisme,
Revivalisme,
dan Modernisme
8.
Perkembangan Politik di Irak, Iran, dan
negara-negara bekas Uni Soviet
9.
Kerajaan Saudi Arabia dan Yaman
10.
Kawasan Teluk Arab: Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman
11.
Kawasan Turki dan Perkembangan Politik Kontemporer
12.
Nasionalisme Arab, Liga Arab, dan Liga Afrika
Sistem penilaian terhadap mahasiswa dalam mata kuliah
ini terdiri dari penilaian terhadap makalah akhir semester, tugas di kelas,
keaktifan mahasiswa, dan ujian mid-semester. Bobot penilaian
tertinggi diberikan kepada makalah akhir semester karena bersifat penelitian
ilmiah sejarah dan politik. Untuk pembuatan makalah ini, mahasiswa dapat
memilih satu pokok bahasan untuk dijadikan makalah akhir semester.
Berikut ini adalah mata kuliah yang beliau asuh di UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta:
1.
Sejarah Peradaban Islam, Sistem Ketatanegaraan Islam, Tarikh Islam 1
dan 2 (berbahasa Arab),
dan Bahasa Arab,
tingkat S1
2 .
Islam, Politik, dan Negara, Politik Komparatif di Dunia Islam,
Qadhaya At-Ta’lim Al-Mu’ashir/Isu-
isu Pendidikan
Islam Modern (berbahasa Arab), dan Fiqh Siyasah, tingkat S2 dan S3
Di dalam proses perkuliahan di S1 beliau juga selalu
memotivasi mahasiswa, perempuan dan laki-laki, untuk banyak membaca,
bertanya, dan berdiskusi. Beliau mengatakan bahwa sejak awal masa studi,
mahasiswa sudah harus serius memikirkan judul skripsi dan menyelesaikan
kuliah dengan cepat serta berprestasi tinggi. Selama lebih dari lima tahun
beliau menjadi Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum pada Fakultas Dirasat
Islamiyah UIN Jakarta. Di Fakultas inilah beliu merintis dan melaksanakan
kerja sama di bidang pendidikan dengan berbagai universitas di Timur Tengah.
Prof. Dr. Hj. Amany, MA mengatakan bahwa beliau
termasuk dosen yang tegas. Beliau berharap mahasiswa PSTTI dapat
menyelesaikan studi dengan lancar, terutama dalam memilih tema tesis yang
aktual dan faktual tentang kawasan Timur Tengah. Selain itu, beliau berharap
mahasiswa hendaknya dapat menggunakan bahan literature berbahasa Arab dan
Inggris agar penelitian mereka lebih berbobot.
Tips belajar dari beliau antara lain memperbanyak
membaca dari sumber dan referensi mutakhir tentang kajian Timur Tengah dari
segi sejarah, sosial, politik, ekonomi, militer, pendidikan, dan lain-lain.
Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan referensi Bahasa Arab dan Bahasa
Inggris. Menurut beliau oleh karena buku tentang Timur Tengah termasuk
jarang di Indonesia, maka browsing internet menjadi penting, di
samping mengunjungi kedutaan-kedutaan Arab di Jakarta.
Berbicara mengenai profesinya sebagai dosen, menurut
beliau sebagai dosen adalah profesi yang sehat karena selalu ada kesempatan
untuk berbicara, didengar, dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, dosen
adalah profesi yang cocok untuk beliau karena sesuai dengan hobi beliau
membaca, travelling, dan mengetahui hal-hal baru. Tantangan yang ada
ketika beliau mengajar selalu beliau upayakan pemecahannya baik dengan cara
berdiskusi atau mencari tahu alasan-alasannya.
Tidak hanya menjalankan kegiatan di
dunia pendidikan, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA juga aktif di beberapa
organisasi, di samping sebagai Penerjemah Resmi Bersumpah Bahasa
Arab-Indonesia-Arab.
Berikut ini adalah beberapa pengalaman
beliau dalam bidang organisasi:
1.
Bendahara Pusat Studi Wanita UIN Jakarta
(1998-2003)
2.
Ketua Bidang Organisasi Perhimpunan Wanita
Alumni Timur Tengah (2006-2010)
3.
Anggota pengurus Komisi Luar Negeri MUI Pusat
(2005-2010)
4.
Wakil ketua ICMI Orwil DKI Jakarta (2005-2010)
5.
Sekretaris Jenderal International Council of Muslim Woman Scholars
Indonesia (2006-2010)
6.
Council Member of Asian Muslim Action Network (AMAN), Bangkok
(2004-sekarang).
Kegiatan lain di hari-hari beliau adalah membimbing
dan menguji tesis dan disertasi, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia,
Inggeris maupun Arab. Beliau juga sering diminta menilai proposal pembukaan
program studi baru dan Perguruan tinggi agama Islam serta perpanjangan izin
operasional program studi di bawah pembinaan Departemen Agama RI. Sejak 2005
Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA menjadi asesor pada Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional
RI.
|