| |

Drs. Aliudin Mahjudin, MA
Drs. Aluidin Mahjudin,
MA lahir di Padang pada tanggal 3 Januari 1938. Beliau pensiun dari
Universitas Indonesia pada tahun 1990. Saat ini beliau adalah anggota
Pusatleksikologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB
UI)
Walaupun telah pensiun
dari UI dan telah mencapai usia 72 tahun, beliau tetap aktif mengajar,
belajar, dan mengembangkan bidang keahliannya. Mengajar membuat beliau
bersemangat, dapat bertemu mahasiswa, dan membagikan ilmu. Menurut beliau,
belajar mampu membuat dirinya bersemangat untuk hidup, baik secara jasmani
maupun secara rohani. Beliau mengatakan “kalau saya disuruh berhenti
mengajar, saya sakit”. Beliau meyakini bahwa mengajar dapat menjaga diri
dari kepikunan yang datang dengan cepat. “Kita pensiun, lalu tidur, otaknya
mati” tuturnya.
Dalam rangka terus
belajar dan sebagai bukti masih tingginya semangat beliau, dua tahun sekali
beliau mengikuti seminar-seminar internasional. Beliau juga diminta oleh
Dewan Bahasa Malaysia untuk mengkaji kata-kata yang berasal dari Bahasa Arab
dan Bahasa Minang. Beliau bersyukur karena sampai sekarang beliau masih
diminta untuk mengajar dan diundang ke beberapa negara, seperti Palestina
dan Mesir.
Drs. Aliudin Mahjudin,
MA menerima gelar sarjana dari Universitas Indonesia tahun 1967. Bidang
studi yang beliau pelajari adalah Sastra dan Bahasa Arab. Pada tahun 1974,
beliau menyelesaikan pendidikan S2 di Near Eastern Language, Indiana
University, Bloomington, Amerika. Bidang studi yang beliau pelajari adalah
Sejarah Timur Tengah. Tesis beliau berjudul Harakah PADRI-Fi Minangkabau.
Beberapa tahun terakhir,
Drs. Aliudin Mahjudin, MA mengajar beberapa mata kuliah, seperti Bahasa
Arab, Geografi Negara-Negara Arab, dan Sejarah dan Peradaban Arab. Menurut
beliau “menarik sekali jika kita mengajarkan Geografi Negara-Negara Arab dan
Sejarah Peradaban Arab”. Beliau mengatakan bahwa spesialisasi keilmuan
beliau di bidang Sejarah Timur Tengah, Geografi Timur Tengah, Peranata Timur
Tengah. Dalam penguasaan Bahasa Arab, beliau mengaku sangat terbiasa
berbicara dalam Bahasa Arab. Beliau menguasai Bahasa Arab, baik tulisan
maupun lisan, dari Bahasa Arab formal atau standar sampai dialek-dialeknya.
Saat ini, beliau
mengajar di Program Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PSTTI
UI), di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dan
di Universitas Al-Azhar Indonesia.
Di PSTTI UI dan di FIB
UI, beliau mengajar mata kuliah Bahasa Arab (di PSTTI UI bernama mata
kuliah Arabic for Research), sementara di Universitas Al-Azhar
Indonesia, beliau mengajar mata kuliah Bahasa Arab, Sejarah dan Peradaban
Arab, Kolokial, dan Bahasa Arab Pers. Di FIB UI, beliau mengajar untuk
Lembaga Bahasa Internasional.
Arabic for Research
adalah mata kuliah di PSTTI UI yang bertujuan untuk memberikan kemampuan
dasar Bahasa Arab yang terwujudkan dalam judul-judul berikut ini:
Tahiyyat wa Ta’aruf, Liqoaat wa Muqobalat,
Al Adad wa Ayyamul Usbu’, At Tauqit, Al Bank, Al Wathan Al Araby, As Suuq,
Az Zamaan, Aqdul Iijar, Qira’ah Al Jaridaah.
Untuk membantu
mahasiswa memahami teks-teks berbahasa Arab, dalam mata kuliah ini mahasiswa
diberikan referensi-referensi dalam Bahasa Arab. Dalam memahami
referensi-referensi tersebut, bagian tentang maharatul qiro’ah
diberikan lebih mendalam dan intensif. Dua diantara beberapa referensi mata
kuliah ini adalah Al Arabiyaah lil Hayaah dan Al Kitaab Al Asaasy
(dilengkapi dengan CD Jaziratul Huruf).
Referensi-referensi
yang digunakan dalam perkuliahan ini diharapkan dapat memberikan kemampuan
dasar berbahasa Arab mahasiswa PSTTI UI terutama pada konsentrasi Ekonomi
Syariah, Politik dan Hubungan Internasional, Kajian dan Psikologi Islam.
Disamping itu referensi ini diharapkan dapat menambah pengayaan kosa kata (
ِAl mufradat ), memperbanyak
latihan-latihan dasar bahasa arab termasuk empat kata kerja (madhi,
mudhari’, amr dan nahi), serta berusaha menjauhkan mahasiswa pada
kaidah-kaidah nahu praktis kecuali emergensi.
Setelah mahasiswa
mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu membaca teks teks
Tahiyyat wa Ta’aruf, Liqoaat wa Muqobalat, al Adad wa Ayyamul Usbu’, At
Tauqit, Al Bank, Al Wathan Al Araby, As Suuq, Az Zamaan, Aqdul Iijar,
Qira’ah Al Jaridaah, dan melakukan praktek mandiri serta latihan-latihan
sejenis yang terdapat dalam buku-buku berbahasa arab lainnya.
Menurut beliau, “Bahasa
mencerminkan budaya”. Di dalam kelas, selain mengajarkan Bahasa Arab, beliau
juga memberikan sedikit pengetahuan tentang budaya Arab. Beliau tambahkan
pula bahwa, idealnya, mahasiswa diberikan semacam familiarization
programme Bahasa Arab disamping program tata cara perguruan tinggi dan
mengikuti mata kuliah Bahasa Arab selama 2 atau 3 semester. Dengan demikian,
beliau berharap mahasiswa PSTTI UI dapat membaca sumber-sumber dalam Bahasa
Arab. Kemampuan Bahasa Arab ini juga diharapkan dapat mencetak mahasiswa,
yang nantinya akan berhubungan dengan Arab, dengan kemampuan penguasaan
Bahasa Arab yang baik.
Selain mengajar,
kegiatan Drs. Aliudin Mahjudin, MA saat ini adalah anggota Pusatleksikologi
FIB UI. Di Pusatleksikologi FIB UI., beliau menganalisis pengaruh-pengaruh
bahasa baik bahasa daerah maupun bahasa asing terhadap Bahasa Indonesia.
Contohnya adalah menggali kata-kata syariah, ekonomi, mudharabah, perkawinan,
kawin siri, minalaidin walfaidzin, mut’ah, jihad, dan lain-lain. Di
Pusatleksikologi FIB UI ini, beliau juga aktif menulis artikel di jurnal
“Kata” sebagai media komunikasi untuk para bahasawan.
Berikut ini adalah
beberapa karya ilmiah Drs. Aliudin Mahjudin, MA:
● Pengaruh
Bahasa Nusantara dalam Bahasa Melayu.
Disponsori Dewan Bahasa & Pustaka & Pusatleksikologi, FIB, UI, 2006.
● Kata-kata
Arab dalam Konteks Internasional dan Nasional,
dalam KATA, Media Komunikasi antar Bahasawan Vol. 9 No. 2, Oktober 2006.
● Shawqi
Lamantine, puisi sebagai media
dialog budaya antar bangsa, dimuat harian Kompas, 12 November 2006. Karya
ini dibuat setelah beliau mengikuti seminar yang diadakan di Paris atas
undangan seorang hartawan dari Kuwait. Karya ini mengandung pesan bahwa
sastra adalah media yang dapat digunakan untuk meningkatkan saling
pengertian antar bangsa. Sastra juga mampu mendekatkan hubungan antar bangsa.
Kesan beliau terhadap isi dari seminar ini adalah pentingnya dialog budaya
antara Timur dan Barat. Adapun tujuan dari seminar ini adalah untuk
mempersatukan persepsi dan pemahaman budaya serta dapat mempererat hubungan
antar bangsa, khususnya Arab dan Perancis.
● Kawin
Kontrak dan Nikah Sirih dalam Kata,
diterbitkan oleh Pusatleksikologi, Mei 2007, Fakultas Ilmu Pengetahuan
Budaya, UI
● Buku
Sastra Bandingan, terjemahan,
diterbitkan Fakultas Sastra UI., 1999, diterjemahkan dari Bahasa Arab.
●
Buku Peranan Bahasa Arab Dulu, Kini, dan Akan
Datang, diterjemahkan dari Bahasa
Inggris berjudul Arabic Language and Its Roles in History.
Diterjemahkan oleh Pusat Bahasa, Departemen P & K.
|
|