| |
PINDAH
KEKHUSUSAN
Proses pindah kekhususan lebih mudah bagi mahasiswa baru sebelum kuliah
dimulai, kecuali dari dan ke kekhususan Ekonomi dan Keuangan Syariah karena
besaran BOP yang berbeda. Sedangkan bagi mahasiswa on going yang
bermaksud pindah kekhususan harus mengajukan permohonan tertulis kepada
PSTTI UI untuk diteruskan ke Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan
Direktorat Pendidikan Universitas Indonesia. Persetujuan pindah kekhususan
diberikan oleh Direktur Pendidikan. Mahasiswa yang permohonannya disetujui
wajib mengambil semua matakuliah di kekhususan yang baru, kecuali untuk
matakuliah yang sama dengan kekhususan yang diambil sebelumnya.
PINDAH
PEMINATAN
Peminatan ditawarkan kepada mahasiswa
di semester III. Mahasiswa bebas memilih peminatan sesuai dengan minat yang
diinginkan. Perkuliahan pada satu peminatan dapat diselenggarakan jika
pimpinan PSTTI UI memutuskan membuka peminatan tersebut berdasarkan jumlah
mahasiswa yang memilih peminatan sebagaimana dimaksud. Jika jumlah
mahasiswa yang menginginkan peminatan tertentu belum memenuhi syarat, maka
pimpinan PSTTI UI dapat menawarkan kepada mahasiswa tersebut format studi
mandiri. Dalam format studi mandiri bentuk perkuliahan yang diberikan dalam
beberapa kali tatap muka dengan pemberian penugasan sehingga setara dengan
bobot SKS yang ditawarkan.
Pembatalan peminatan yang telah
dipilih mahasiswa hanya dapat dilakukan maksimal pada pertemuan kedua. Pada
perkuliahan ketiga mahasiswa harus sudah menetapkan peminatan pilihannya.
PINDAH KELAS
Sebagaimana tercantum dalam SK Rektor Universitas Indonesia Nomor:
612/SK/R/UI/2005 tentang Penyelenggaraan Program Magister di Universitas
Indonesia bahwa perkuliahan dapat diselenggarakan pada pagi hari dan atau
sore hari. Mahasiswa dapat melakukan pindah kelas dari sore ke pagi atau
sebaliknya masih dalam satu kekhususan yang sama dan memenuhi ketentuan
administrasi dengan mengajukan permohonan kepada Program Studi untuk
diteruskan ke Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Direktorat
Pendidikan Universitas Indonesia. Persetujuan permohonan pindah kelas
diberikan oleh Direktur Pendidikan Universitas Indonesia
CUTI
AKADEMIK
PSTTI menentukan cuti akademik yang diajukan oleh mahasiswa berdasarkan
Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor: 472/SK/R/UI/2006 tentang Cuti
Akademik Mahasiswa Universitas Indonesia. Bagi mahasiswa yang mengajukan
cuti akademik harus memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang terdapat dalam
keputusan tersebut.
|
a. |
Cuti akademik diberikan
pada mahasiswa setelah mengikuti kegiatan akademik minimal dua semester,
kecuali untuk cuti akademik karena alasan khusus. |
|
b. |
Cuti akademik diberikan
sebanyak-banyaknya untuk jangka waktu dua semester, baik berurutan
maupun tidak. |
|
c. |
Permohonan cuti akademik
diajukan oleh mahasiswa kepada Pimpinan Program Pascasarjana sebelum
masa registrasi dimulai. Dalam hal permohonan cuti disetujui maka
mahasiswa melakukan pembayaran sebesar 25% dari BOP pada semester di
mana mahasiswa akan cuti dan dibayarkan pada masa registrasi. |
|
d. |
Mahasiswa yang memperoleh
izin cuti tidak diperkenankan melakukan kegiatan akademik. |
|
e. |
Dalam hal pengajuan cuti tidak
sesuai dengan butir a dan c atau diajukan pada semester berjalan maka
mahasiswa tetap membayar BOP sebesar 100%. |
|
f. |
Masa studi mahasiswa yang
memperoleh cuti akademik diesuaikan dengan masa cuti yang diberikan. |
PUTUS STUDI
Apabila pada evaluasi 2 (dua) semester pertama tidak memperoleh Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) 2,75 dari jumlah SKS yang dipersyaratkan.
Ketentuan mengenai putus studi diatur dalam Keputusan Rektor Universitas
Indonesia Nomor: 612/SK/R/UI/2005 tentang Penyelenggaraan Program Magister
di Universitas Indonesia.
UJIAN
| 1. |
Persyaratan Mengikuti Ujian. |
|
|
a.
Mahasiswa
terdaftar
sebagai
mahasiswa aktif
pada semester berjalan.
b.
Mahasiswa terdaftar
sebagai peserta pada mata kuliah yang akan diujikan.
c.
Mahasiswa tidak
terkena sanksi akademik atau administratif.
d.
Mahasiswa harus
memenuhi syarat kehadiran minimal 75%. |
| |
|
| |
Ketentuan: |
| |
- |
Mahasiswa hanya dapat
diperbolehkan mengikuti ujian jika sudah menyelesaikan kewajiban
administrasinya. |
| |
- |
Jika ternyata mahasiswa ikut
ujian meskipun tidak memenuhi syarat tersebut di atas maka nilai
ujiannya dibatalkan. |
| |
- |
Jika mahasiwa ternyata ikut ujian
meskipun jumlah kehadirannya kurang dari 50% maka nilai ujiannya
dibatalkan, tetapi jika jumlah kehadirannya
50% ≤ x < 75%
maka mahasiswa tersebut wajib membuat makalah yang akan ditetapkan oleh
dosen pengajar agar nilai ujiannya dapat dikeluarkan. |
| 2. |
Ujian Susulan |
| |
a. |
Pada dasarnya mahasiswa
tidak diberikan ujian susulan. Namun demikian ujian susulan dapat
diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kondisi sebagai berikut: |
| |
|
1) |
Mahasiswa dalam kondisi rawat inap atau
opname pada saat ujian berlangsung yang dibuktikan dengan surat
keterangan rawat inap
yang otentik
dari rumah sakit. |
| |
|
2) |
Ada keluarga inti (istri,
suami, anak, ayah, ibu, adik, kakak) dari mahasiswa peserta ujian yang
meninggal dunia. Hal ini dinyatakan dengan surat keterangan resmi dari
pihak yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
|
| |
|
3) |
Dalam kasus-kasus yang
sangat khusus (misalnya pelaksanaan ibadah haji) ujian susulan dapat
diberikan dengan persetujuan Pimpinan PSTTI UI. |
| |
|
4) |
Dalam hal mahasiswa tidak
dapat mengikuti ujian karena alasan tugas kantor, maka tidak diberikan
ujian susulan tetapi mahasiswa harus mengulang mata kuliah yang sama
pada saat mata kuliah tersebut ditawarkan. |
| |
b. |
Mahasiswa yang diberikan ujian susulan
akan dikenakan biaya administrasi
mengingat dosen harus membuat soal baru khusus untuk ujian susulan. |
| 3. |
Tata Tertib Ujian |
| |
a. |
Peserta ujian harus sudah
berada dalam ruangan ujian paling lambat 15 menit sebelum ujian dimulai.
|
| |
b. |
Kepada peserta ujian yang
datang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu. |
| |
c. |
Peserta ujian tidak
diperbolehkan mengikuti ujian apabila datang setelah ada peserta ujian
yang lain selesai mengerjakan ujian atau meninggalkan ruangan ujian. |
| |
d. |
Peserta
ujian dilarang membuka buku, diktat, catatan kuliah atau referensi
lainnya dalam bentuk apapun selama ujian berlangsung, kecuali telah
ditentukan sebelumnya oleh pengajar mata kuliah yang diujikan (ujian
bersifat open books).
Dalam hal ujian
diberikan bersifat open books maka peserta ujian diharuskan
membawa buku, diktat, catatan kuliah atau referensi lainnya
masing-masing, dan tidak diperkenankan saling meminjam.
|
| |
e. |
Peserta ujian diharuskan
membawa alat tulis dan perlengkapan ujian lainnya masing-masing (tidak
diperkenankan saling meminjam). |
| |
f. |
Peserta ujian yang telah
memasuki ruangan ujian tidak diperkenankan meninggalkan ruangan, kecuali
atas sepengetahuan dan ijin dari pengawas ujian atau karena alasan
darurat (force majuere) mengundurkan diri dan harus menandatangi
daftar hadir serta mengembalikan lembaran soal dan buku jawaban ujian
kepada pengawas. |
| |
g. |
Peserta ujian yang
meninggalkan ruangan ujian tanpa alasan dan tidak meminta ijin kepada
pengawas ujian dilarang meneruskan ujian untuk mata kuliah yang
bersangkutan walaupun waktunya belum selesai. |
| |
h. |
Ujian dimulai dan diakhiri
dengan aba-aba dari pengawas ujian. |
| |
i. |
Peserta ujian harus
mencantumkan nomor pokok mahasiswa, nama mata kuliah, hari dan tanggal
ujian dan tanda tangan pada lembar jawaban ujian yang telah ditentukan. |
| |
j. |
Selama ujian berlangsung,
peserta ujian dilarang: |
| |
|
1) |
Memindahkan kertas ujian
yang telah ditentukan ketempat peserta lainnya. |
| |
|
2) |
Mengerjakan jawaban ujian
pada lembar jawaban yang lain, selain yang telah ditentukan.
|
| |
|
3) |
Tukar menukar lembar jawaban
ujian dan/atau soal ujian dengan peserta lainnya. |
| |
|
4) |
Pinjam-meminjam alat tulis dan
atau perlengkapan ujian lainnya tanpa seijin pengawas. |
| |
|
5) |
Bercakap-cakap dan/atau
membantu/meminta bantuan kepada peserta ujian lainnya untuk mengerjakan
jawaban ujian. |
| |
|
6) |
Mengaktifkan pager dan
handphone (be courteous to others please).
|
| |
k. |
Peserta ujian harus
berpakaian rapi/sopan (termasuk tidak memakai sandal jepit ke dalam
ruangan ujian); |
| |
|
|
|
4. |
Sanksi Pelanggaran Tata
Tertib Ujian |
| |
Mahasiswa yang terbukti melanggar
tata tertib ujian maka dinyatakan gagal dalam mata kuliah tersebut dan
atau ujian untuk mata kuliah lainnya dalam semester tersebut dibatalkan.
Nama dan NPM mahasiswa yang melanggar tata tertib ujian akan diumumkan
di majalah dinding |
EVALUASI
HASIL STUDI
|
1. |
Sistem Evaluasi |
|
|
Sesuai ketentuan Keputusan Rektor
Universitas Indonesia Nomor 478/SK/R/UI/2004 tentang Evaluasi
Keberhasilan Studi Mahasiswa Universitas Indonesia, penilaian prestasi
mahasiswa dilakukan dengan menggunakan sistem huruf (markah). |
|
|
Untuk penghitungan indeks
prestasi, bobot nilai huruf (markah) ditetapkan sebagai berikut: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A |
: |
4.00 |
C+ |
: |
2.30 |
|
|
|
A- |
: |
3.70 |
C |
: |
2.00 |
|
|
|
B+ |
: |
3.30 |
C- |
: |
1.70 |
|
|
|
B |
: |
3.00 |
D |
: |
1.00 |
|
|
|
B- |
: |
2.70 |
E |
: |
0.00 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mahasiswa dinyatakan lulus satu
mata kuliah jika nilai matakuliah tersebut minimal C. |
|
2. |
Kelulusan |
|
|
Mahasiswa dinyatakan telah lulus
studi jika
memenuhi syarat sebagai berikut: |
|
|
a. |
Telah lulus
seluruh mata
kuliah dan lulus
ujian tesis. |
|
|
b. |
Menyerahkan tesis yang telah disetujui
oleh tim penguji
dan telah
dicetak hardcover ke Perpustakaan Program Pascasarjana UI.
|
|
|
c. |
Telah menyelesaikan administrasi lainnya
dan persyaratan
lainnya yang ditentukan.
|
|
3. |
Nilai Kelulusan |
|
|
Untuk dinyatakan lulus dari PSTTI
maka mahasiswa harus mencapai IPK minimal 2,75 (B-) termasuk nilai tesis
serta tidak ada mata kuliah yang nilainya di bawah C. |
| 4. |
Predikat Kelulusan |
| |
Sesuai dengan Keputusan Rektor
Universitas Indonesia Nomor: 612/SK/R/UI/2005 tentang Penyelenggaraan
Program Magister di Universitas Indonesia, predikat kelulusan mahasiswa
jenjang masgister terdiri atas: |
| |
a. |
Memuaskan dengan IPK: 2,75
≤ IPK ≤ 3,40 |
| |
b. |
Sangat memuaskan dengan
IPK: 3,41 ≤ IPK ≤ 3,70 |
| |
c. |
Cum laude dengan IPK ≥ 3,71 |
| |
|
|
| |
Predikat kelulusan cum laude
diberikan kepada mahasiswa yang menyelesaikan studi dalam batas waktu
studi normal (maksimal 4 semester) dan tidak pernah mengulang mata
kuliah. Bagi mahasiswa yang memperoleh IPK ≥ 3,71 namun masa studinya
melebihi masa studi normal maka kepada yang bersangkutan diberikan
predikat kelulusan sangat memuaskan. |
|
|